and he is named dante .
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL

THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
THEā REDā DEVIL
and he is named dante .
Rodrigo de simone
Dante was born in Naples, Italy, from the womb of an Italian street prostitute. He was first debuted as a mafia not long after the church massacre incident in Naples. Even though he is affiliated with a mafia association, he still received proper education from local schools. He gains his title "The Red Devil" after joining Gavaretta. His nickname "Dante" is assigned to him after his rank promotion because he is enduring the "red devil" inside him.
Orthonym
Rodrigo de Simone
ā
Nicknames
Dante
ā
Epithet
"Dante" Rodrigo
The Red Devil
Il Diavolo Rosso di Gavaretta
ā
Gender
Male
ā
Race
Human
ā
Birthday
October 30th
ā
Age
33 years old
ā
Sexuality
Bisexual
ā
Occupation
Gavaretta's Intelligent Caporegime
ā
Color HEX
#662A2C RED DEVIL
Dante is 195 cm in height and over 181 lbs in weight. He has a mesomorph body, a naturally athletic physique with an upright posture, and broad shoulders. His bodyweight is mostly affected by muscle mass as he is extremely muscular. Italian blood is running in Dante's vein.
ā
He is stated to have wide black eyes with thin double eyelids and thick eyebrows. His hair is black and slightly wavy, cut short with a 4/6 parted hairstyle. He also has a sharp nose ridge and a strong jawline.
ā
Generally, Dante wears a black coat and combat boots. He is implied to wear fingerless gloves. Under his coat, he wears a black shirt with a silver collar and buckle, along with close-fitting black pants. He is also depicted as having at least one belt across his chest. On some occasions, he might be seen wearing a formal black suit.
ā
Dante has a composed personality. He is known to his colleagues as a cold and strict man. But outside his profession, he might soften a bit.
ā
Since he is quite realistic, Dante tends to come up with a solution rather than shoving comforts. He never hesitates. Mainly because of the harsh life of mafias where someone can actually die when they are hesitant. He is also known for his brutality when he worked under Abele's command.
ā
ROUGH DRAFT
01.ā PRELUDE
Dante lahir di kota Napoli, Italia, sebagai anak dari wanita bernama Ernesta de Simone. Ernesta awalnya bekerja di Venisia sebagai wanita prostitusi. Tetapi karena ia mendapati dirinya sudah berbadan dua, wanita itu memutuskan untuk pulang ke Napoli.
Jujur, Ernesta tidak tahu lelaki mana yang menjadi ayah dari anak yang dikandungnya. Namun, ia ingat betul, pria terakhir yang ditemuinya juga berbicara menggunakan dialek Napoli. Ernesta tak sepayah itu untuk berharap akan dapat menemukan pria yang dicarinya setibanya ia di kampung halaman. Jika ia tak berhasil menggugurkan kandungannya, ia ingin paling tidak ada orang yang mengurus anak ini untuknya. Karena Ernesta tahu, begitu bayi itu lahir, ia takkan sanggup menelantarkannya begitu saja.
Giacomo adalah orang yang sudi menjadi ayah angkat Dante. Sebenarnya ia hanya menjadi korban yang menanggung perbuatan dosa Ernesta, sang kakak, tetapi sebagai manusia yang berhati mulia, Giacomo akhirnya ikhlas menjadi figur ayah untuk Dante.
Berbeda dengan Giacomo yang religius, Ernesta sejak muda merupakan perempuan yang rebel. Dan seakan tidak belajar dari kesalahannya, wanita itu memutuskan untuk melarikan diri dari rumah 2 minggu setelah Dante dilahirkan ke dunia. Awalnya Giacomo yang juga berprofesi sebagai pendeta gereja lokal merasa kesulitan mengurus Dante sendirian. Namun, berkat dukungan dari para suster, Giacomo berhasil membesarkan Dante sendirian hingga anak itu berumur 7 tahun.
Dante tumbuh bersama anak-anak panti yang diasuh oleh gereja. Dan dari masa kanak-kanaknya ini, Dante hanya mengingat 2 wajah; Giacomo, figur ayah yang senantiasa membesarkannya dengan sabar, dan Ernesta, yang hanya Dante kenali dari lembar foto.
02.ā MASSACRE
Rodrigo adalah nama yang diberikan untuknya. Bukan dari sang ibu, tetapi dari sang paman, Giacomo. Walau kelahirannya berawal dari kemalangan, Giacomo berharap suatu saat Dante dapat tumbuh menjadi orang yang kuat.
Entah ini takdir atau bukan, suatu kejadian besar terjadi.
Di hari Minggu pagi, di saat anak-anak menyanyikan lagu berisi puja-puji, sekelompok mafia Camorra menerobos masuk ke dalam gereja.Tampaknya, hari itu adalah hari di mana mereka akan melakukan upacara inisiasi di bawah patung Bunda Maria. Dante ingat sekali saat pria-pria bertubuh gempal berbaris rapat, seperti sedang membuat benteng untuk melindungi seseorang yang amat sangat penting. Beberapa jemaat yang ketakutan membereskan barang bawaannya untuk segera kabur. Sebagian lagi hanya dapat membeku. Menjadi terlalu takut bahkan hanya untuk bernapas.
Sesaat sebelum tragedi, para mafia itu mengungkit uang sumbangan yang sudah mereka berikan. Jika mereka sudah berkontribusi untuk gereja, mengapa pula mereka tak bisa menerima berkat? Begitu pikir mereka. Beberapa suster yang diberkahi keberanian merangsek maju. Menghadang pria-pria yang tak kenal waktu. Mereka mengatakan bahwa tempat itu adalah tempat suci sehingga siapapun tidak diperkenankan membuat acara pribadi di luar kegiatan ibadah. Malangnya nasib, alih-alih membuat mafia-mafia itu pergi, para suster pemberani itu justru mendapatkan tembakan di kepala. Suasana semakin mencekam. Tak ada seorangpun yang berani menelpon polisi. Di dunia yang dikuasai para mafia, pembunuhan di mata publik itu biasa. Dan siapapun yang mencari masalah akan satu langkah lebih dekat dengan ajal masing-masing.
Semakin ketakutan, orang-orang yang tersisa mulai menghambur. Tapi tak seperti kali pertama, mafia-mafia Camorra tak lagi berbaik hati membiarkan mereka lolos. Yang berlari akan ditembak. Dihabisi. Semuanya jatuh seperti ngengat yang menabrak kaca panas lampu hingga yang tersisa hanyalah Dante dan Giacomo. Diam. Tak tergoyahkan.
Dari tempatnya, Dante menyaksikan Giacomo, sebagai pilar terakhir yang menentang urusan para mafia di gereja, diikatkan pada tiang dengan kepala berada di bawah. Waktu Dante menoleh, ia melihat seorang tua keluar dari barisan terdalam, tersenyum ke arahnya. Tampaknya itu calon bos yang akan dilantik. Pria itu menyerahkan satu barang yang seumur hidup belum pernah Dante pegang. Sebuah pistol, dengan satu peluru yang sudah siap untuk ditembakkan.
Lagi, Dante mengalihkan pandangannya. Menatap sang paman yang mulut dan matanya sudah ditutup dengan lakban bernapas dengan suara yang terdengar berat dan sesak.
"Aku adalah pamanmu dan ibumu adalah saudara perempuanku. Hidupmu berawal dari kemalangan, maka itu kau kuberi nama Rodrigo. Jadi, kuatlah. Apapun yang terjadi, kau harus bisa bertahan hidup." Kata-kata Giacomo terdahulu berputar ulang dalam kepala Dante. Banyak yang masih belum ia mengerti kala itu. Tapi Dante merasa ucapan terakhir dari pamannya adalah hal yang harus ia wujudkan.
Maka darinya, Dante mengambil gagang pistol yang disodorkan kepadanya. Sekilas, air mukanya terlihat bingung. Kedua tangan mengelus gemetar permukaan logam yang dingin. Walau dirinya masih kecil, Dante paham betul kalau menjadi pendeta dan melindungi gereja adalah segalanya bagi Giacomo. Tapi dengan keadaannya yang sekarang, Giacomo tak mungkin melanjutkan pekerjaannya. Dengan tangan yang tak lagi mempunyai jari, Giacomo tak dapat menautkan tangannya. Dengan lidah yang sudah dipotong, Giacomo tak lagi dapat memanjatkan doa selain dari dalam hati.
Hening yang berlangsung terasa amat lama. Namun, juga terasa begitu cepat. Apa yang akan dilakukannya akan menjadi putusan akhir atas hidupnya dan hidup Giacomo. Dan akhirnya, Dante sampai pada kesimpulan akhir.
Ia mengangkat benda besi seberat 735 gram itu. Seperti yang ia perhatikan dari gerak-gerik para penembak, Dante mencoba mengarahkan mulut pistol ke kepala sang paman. Tetapi seakan menginginkan hal yang berbeda, orang yang diperkirakan sebagai calon bos maju. Dipegangnya tangan kecil Dante. Satu-dua hal yang ia perbaiki adalah cara anak itu memegang pistol dan arah bidikan yang diganti menjadi dada kiri.
Bulir keringat jatuh membasahi permukaan wajah. Saat pelatuk ditarik, Dante merasakan sebagian nyawanya melayang. Hentakan pistol membuat Dante terkaget. Membuatnya mundur beberapa langkah ke belakang. Saat ia sadar, ia menemukan pria paruh baya itu tersenyum semakin lebar. Saat itu juga, ia menyadari kalau Giacomo sudah tak lagi ada.
03.ā CAMORRA
Dengan keadaan gereja yang berantakan, pelantikan bos hanya dilakukan seadanya di bawah patung Bunda Maria. Setelah itu, atas pengakuan dari bos baru, Dante dibawa dan diangkat menjadi salah satu anggotanya.
Mafia Camorra adalah organisasi kriminal di Italia. Tepatnya, mereka berasal dari area Campania. Camorra adalah organisasi kriminal tertua dan terbesar di negaranya. Jika mafia 'Ndrangheta beroperasi sejak abad ke-18 dan mafia Sisilia beroperasi sejak abad ke-19, mafia Camorra memulai operasinya sejak abad ke-17. Juga tak seperti mafia Sisilia yang cakupannya lebih luas dan lebih mudah untuk dimasuki, tidak sembarang orang dapat bergabung. Hanya orang Campania yang bisa menjadi anggota mafia Camorra.
Tidak seperti mafia Sisilia yang mempunyai struktur jabatan seperti piramid, mafia Camorra terbagi atas klan-klan. Setiap capo atau bos adalah pemimpin dari sebuah klan sehingga di mafia Camorra terdapat banyak sekali capo, tergantung jumlah dari klan yang ada dan banyak sekali afiliasi yang bisa tercipta. Akibatnya, mafia Camorra lebih rentan terhadap perselisihan antar sesamanya. Jenis pekerjaan kriminal yang dilakukan mafia Camorra ada banyak, di antaranya pemerasan, perdagangan narkoba, pemalsuan, pengelolaan limbah, pembunuhan, penyerangan, penyelundupan, perjudian ilegal, terorisme, lintah darat, prostitusi, pencucian uang, perampokan, penculikan, pencurian karya seni, korupsi politik, dan masih banyak lagi.
Oleh klannya, Dante diajari berbagai macam kegiatan kriminal. Yang paling sering adalah prostitusi, pencucian uang, penculikan, pembunuhan, penyerangan, dan drive-by shooting. Meski demikian, pengasuh Dante tak berpikir pendek. Dante tak dibiarkan hanya mengenal hal-hal berbahaya, ia juga disekolahkan. Karena bisa jadi Dante yang sudah dewasa dapat membawa kekayaan dan kekuatan yang lebih banyak melalui jalur politik. Selain melayani permintaan pembunuhan secara diam-diam, Dante tak pernah turun tangan langsung untuk mengerjakan tugas dari capo dan hanya menjadi otaknya saja.
Selama di Camorra, Dante juga diajarkan untuk membuat kontrak terlarang dengan iblis. Ada total 4 iblis yang pernah membuat kontrak dengannya. 2 iblis saat ia masih bekerja sebagai bagian mafia Camorra, 1 iblis saat ia memutuskan untuk keluar, dan 1 iblis lagi kontraknya telah batal karena suatu hal. Masing-masing menawarkan kontrak yang berbeda. Tentu, dengan konsekuensi yang berbeda pula.
04.ā VIOLATION
Di umurnya yang ke-21, Dante berhasil menikahi sang pujaan hati, Alessa C. Bentevegna. Alessa berasal dari keluarga yang tidak mampu. Ayahnya juga adalah seorang pemabuk. Karena usaha restoran mereka tidak terlalu berkembang, sang ayah memutuskan untuk menjual Alessa sebagai wanita penghibur agar uang lebih cepat datang.
Seperti lelaki lainnya, Dante juga terpikat oleh kecantikan gadis itu. Sebuah kebetulan Alessa diperdagangkan melalui proyek prostitusi klan Camorra Dante. Karena sang adam adalah salah satu penanggungjawabnya, selama 3 tahun terakhir itu pula Dante menjadi orang yang membayarkan biaya hidup Alessa. Sebagai ganti dari uang itu, setiap malam Alessa akan dipanggil ke dalam suatu kamar. Alessa tidak dipanggil untuk diajak bercinta, melainkan hanya untuk diajak berbincang. Sebenarnya Dante cuma tak mau gadis incarannya dipakai oleh pria lain. Dari pertama kali keduanya bertemu pandang, Dante telah berjanji untuk melindungi gadis itu apapun risikonya. Seiring waktu, Alessa mengembalikan perasaan Dante, dan mereka menikah pada musim panas bulan Agustus.
Kesialan seolah tak bosan mengunjungi Dante. Karena setahun setelah pernikahan mereka, tragedi pun terjadi kembali.
Karena urusan pekerjaan yang rumit, Dante tidak sengaja melanggar kontrak yang dibuatnya dengan salah satu iblis. Dan sebagai akibatnya, Dante jadi kehilangan sosok sang istri. Selain itu, Dante juga kehilangan kekuatan yang ditawarkan dan sebagian ingatannya sebagai konsekuensi dari melanggar kontrak. Capo klannya berhasil ditangkap oleh polisi. Merasa dunianya hancur, Dante berusaha kabur dengan bantuan Illusion Devil. Saat itulah Future Devil muncul di hadapan Dante. Sebagai bagian dari kontrak, iblis itu hanya menawarkan diri untuk tinggal di mata kanan Dante. Sebuah kontrak yang murah jika dibandingkan dengan kekuatan untuk melihat ke masa depan. Namun, yang mengerikan adalah alasan di balik itu. Sang iblis telah melihat masa depan Dante, dan ia ingin menyaksikan langsung bagaimana lelaki itu meninggal sangat tragis.
05.ā GAVARETTA
Kehancuran klan membuatnya melarikan diri sejauh mungkin ke Selatan. Tujuannya adalah Palermo, Sisilia.

Alessandra C. Bentevegna
Alessandra Claretta Bentevegna or Alessa is Dante's deceased wife. She is a very beautiful woman with platinum blonde hair. Alessa died when Dante was still a member of Camorra.
ā
She is a really kind woman. Her charm and personality are probably powerful enough to make Dante fell for her. Dante always describes her voice as a soothing night dream. Unfortunately, she is one of many reasons why Dante decided to move away from Naples.
Lee Seolhwa Ā© munpiatm

Harlequin Kailene Alarie-Vicario
He is the son of Giovanni and Gavaretta's current boss. Harlequin is half-Italian. At first, Dante was being skeptical about Giovanni's decision. Not only because he didn't believe in Harlequin's power, but also because the younger one isn't a native Sicilian. Something like this, of course, might place Gavaretta in a worse position.
ā
As Harlequin starts managing the Famiglia, Dante begins to grow his trust in him. He hopes this boy can bring Gavaretta a greater glory.
Minamoto Teru Ā© aidairo2009

Feliciana Allegra Vicario
Dante was there when the 6th Don decided to bring little Feliciana into Gavaretta Famiglia. Like what he did to Harlequin, at first, Dante wasn't so convinced about Feliciana. But later, he believed the 6th Don, Giovanni, had seen potentials in her.
ā
To put aside her ability, Feliciana doesn't look like a threat to Dante. On the contrary, she looks pretty much like any other child her age. Not so important information, Feliciana likes fluffy stuff.
Klee Ā© genshinimpact
Do/Don't(s)
Writes in English and IndonesianOkay with NSFW plots, but please discuss it with me first.Open for relation. Depends on who you want to be, it might require chemistry.No god-mod unless discussed.
Bracket(s)
| Bracket | Use |
|---|---|
| ā”azļ¼Text. | Writer's Talk |
| āText.ā | Character's speech |
| Text. | Narration (1st/3rd POV) |
This account is ruled by HEX0048BA / Absolute Zero. All pictures used by me belong to their respective artists. If you as the artist don't like it, you can message me via Direct message to take them down off this biography.
ā
Supplementary for do/don't(s): I'm not an English native speaker, so please bear with my imperfect grammar. Also, depends on my schedule, I might become a slow replied. Please contact me via Direct Message when you have a problem with me as a writer. If we are not mutual, please make sure to mention me so I can check on my DM request.
Belum diketahui jelas nama asli ke-4 iblis yang membuat kontrak dengan Dante. Namun, 3 di antaranya diketahui sebagai Red Devil, Future Devil, and Illusion Devil.Dari 4 iblis yang ada, yang terkenal dimiliki Dante adalah Red Devil dan Illusion Devil. Keberadaan Future Devil hanya diketahui oleh Giovanni sementara iblis yang kontraknya tidak sengaja dibatalkan oleh Dante masih belum diketahui.Kekuatan Illusion Devil seringkali hanya digunakan untuk menutupi bekas luka pada bagian wajah sebelah kiri. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk penggunaan lain.

